Apa yang Dilakukan Saat Tes Kebugaran Sekolah Kedinasan STMKG 2024?
Apa yang Dilakukan Saat Tes Kebugaran Sekolah Kedinasan STMKG 2024 Pendaftaran sekolah kedinasan 2024 masih terbuka hingga 13 Juni 2024 mendatang.
Bagi lulusan SMA/SMK yang mau mendaftar di STMKG (Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) juga masih punya kesempatan untuk mendaftar.
STMKG merupakan sekolah kedinasan di bawah naungan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Saat mendaftar di sekolah kedinasan STMKG, kamu akan mengikuti tahapan tes kebugaran. Apa saja yang harus di lakukan pendaftar saat mengikuti tes kebugaran STMKG?
Sebelum tahu apa saja yang di lakukan dalam tes kebugaran sekolah kedinasan STMKG, kamu juga perlu tahu tahapan seleksi saat mendaftar STMKG terdiri dari:
- Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)
- Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) untuk mata pelajaran Fisika, Matematika dan Bahasa Inggris.
- Tes Kesehatan terdiri dari tes kebugaran dan wawancara.
Kriteria penilaian tes kebugaran sekolah kedinasan STMKG
Di lansir dari laman Buku Pedoman STMKG, Minggu (2/6/2024) menjelaskan tes kebugaran yang harus di lalui pendaftar STMKG.
Tes Kebugaran dilakukan dengan metode cooper test, yaitu peserta berjalan atau berlari secepat-cepatnya menempuh jarak 2,4 km dan akan di catat waktu yang di perlukan. Kriteria penilaian tes ini berdasarkan pada tabel berikut:
Ada beberapa hal yang perlu di ketahui pendaftar STMKG saat mengikuti tes kebugaran. Seperti, pada saat tes kebugaran, peserta harus mengenakan pakaian dan sepatu olahraga. Sebelum pelaksanaan wawancara akan di lakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan.
Selain tes kebugaran, pendaftar juga akan melalui tes wawancara. Aspek-aspek yang di nilai dalam wawancara antara lain adalah sebagai berikut:
a. Perilaku (Attitude)
b. Motivasi dan komitmen (grit)
c. Kemampuan Berfikir Kritis dan Strategis
d. Kemampuan Menyelesaikan Permasalahan
e. Kemampuan Interpersonal
f. Kecerdasan Emosi
g. Kemampuan belajar cepat dan mengembangkan diri (Growth mindset)
h. Penampilan Fisik (Gesture)
Syarat akademik STMKG
Karena masih ada kesempatan mendaftar di sekolah kedinasan STMKG, berikut persyaratan yang harus di penuhi jika ingin mendaftar sekolah kedinasan milik BMKG ini:
1. Lulus/akan lulus Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau yang sederajat untuk emua jurusan.
2. Bagi yang lulus pada tahun 2024 dan ijazahnya belum keluar, wajib menggunakan Surat Keterangan lulus atau Surat Keterangan Aktif di kelas 12.
Selain syarat akademik, untuk mendaftar di STMKG, kamu juga perlu memenuhi persyaratan lain. Seperti tinggi badan hingga usia. Berikut persyaratan lengkap untuk mendaftar STMKG.
Baca juga: Menyibak Mistis Kosmos: Analisa Permainan Slots Spaceman
Pengenalan Tes Kebugaran
Tes kebugaran di STMKG di rancang untuk mengukur kekuatan, ketahanan, dan fleksibilitas fisik peserta. Ini adalah bagian penting dari proses seleksi karena profesi di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika sering kali membutuhkan kesiapan fisik untuk kerja lapangan yang ekstensif, serta kemampuan untuk menangani situasi darurat.
Komponen Tes Kebugaran
Tes kebugaran STMKG biasanya terdiri dari beberapa bagian yang di rancang untuk menilai aspek-aspek fisik yang berbeda:
- Lari Jarak Pendek (Sprint): Biasanya 100 meter, tes ini mengukur kecepatan dan ledakan energi. Peserta diharapkan menyelesaikan lari dalam waktu tercepat mungkin.
- Lari Jarak Menengah: Ini adalah tes stamina, di mana peserta di harapkan untuk berlari sejauh 1.000 meter atau 1.500 meter. Tes ini mengukur kemampuan aerobik dan daya tahan peserta.
- Push-Up: Mengukur kekuatan otot dada, lengan, dan bahu. Peserta harus melakukan sebanyak mungkin push-up dalam jangka waktu yang di tentukan.
- Sit-Up: Fokus pada kekuatan otot perut. Peserta di harapkan melakukan sebanyak mungkin sit-up dalam waktu yang di tetapkan.
- Pull-Up: Mengukur kekuatan otot lengan atas dan punggung. Jumlah pull-up yang bisa di lakukan peserta sering kali menjadi penentu dalam tes ini.
- Tes Fleksibilitas: Menggunakan metode seperti sit-and-reach untuk mengukur fleksibilitas punggung bawah dan hamstring.
Setiap komponen tes di nilai secara terpisah, dan skor agregat di gunakan untuk menentukan keberhasilan peserta dalam tes kebugaran.